Pages

Subscribe:

Rabu, 14 Desember 2011

demam pada anak

Demam adalah kondisi dimana otak mematok suhu di atas setting normal yaitu di atas 38C. Namun demikian, panas yang sesungguhnya adalah bila suhu > 38.5C.
Akibat tuntutan peningkatan setting tsb maka tubuh akan memproduksi panas.

Tiga Fase Demam

1. menggigil – sampai suhu tubuh mencapai puncaknya,
2. lalu menetap
3. dan baru akhirnya turun
Bagaimana dan Mengapa Demam Timbul
Peningkatan suhu tubuh ini disebabkan oleh beredarnya suatu molekul kecil di dalam tubuh kita yang disebut dg PIROGEN – ZAT PENCETUS PANAS.
Apa yg menyebabkan terjadinya peningkatan pembentukan pirogen? Banyak,
seperti infeksi, radang, keganasan, alergi, teething, dll.
Inflammation – Fever
Pertama, RADANG. Apa sih radang itu? Infeksi?

Dalam bahasa inggris, radang adalah INFLAMMATION, bukan infection. Dengan demikian, radang bisa disebabkan oleh infeksi tetapi bisa juga bukan karena infeksi.
Kalau karena infeksi, bisa infeksi kuman (bakteria) atau karena infeksi virus, jamur, parasit; tetapi kebanyakan infeksi pada bayi dan anak disebabkan oleh virus.
Apa penyebab radang yang bukan infeksi? Bisa alergi (yang tersering), bisa juga trauma, tumbuh gigi (teething), atau karena penyakit autoimun (ada kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh dikira sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem imun.
Kedua, apa itu INFEKSI?
Infeksi adalah masuknya jasad renik (micro organisms atau mahluk hidup yg sangat kecil yang umumnya tidak dapat dilihat dengan mata) ke tubuh kita. Masuknya micro-organisms tersebut belum tentu menyebabkan kita jatuh sakit, tergantung banyak hal antara lain tergantung seberapa kuat daya tahan tubuh kita.
Bila sistem imun kita kuat, mungkin kita tidak jatuh sakit atau kalaupun sakit, ringan saja sakitnya, bahkan tubuh kita selanjutnya membentuk zat kekebalan (antibodi). Mikro organisme atau jasad renik tsb bisa kuman bakteri,bisa virus, jamur, dll
Ketiga, DEMAM. Apakah demam itu? Penyakit atau gejala?
Demam bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Berhadapan dengan gejala-gejala tersebut, yang terpenting adalah mencari tahu APA PENYEBABnya.
Apakah DEMAM ITU PASTI INFEKSI? Belum tentu, meski yang terbanyak adalah
akibat infeksi. Pada bayi dan anak kebanyakan adalah infeksi virus.
Mengapa kalau infeksi harus demam?
Sudah terbukti bahwa demam sengaja dibuat oleh tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi.
Pd saat terserang infeksi, maka tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb.
Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen itu membawa 2 misi:
1.Mengerahkan sel darah putih atau leukosit ke lokasi infeksi
2.Menimbulkan demam yang akan membunuh virus karena virus tidak tahan suhu
tinggi, virus tumbuh subur di suhu rendah.
Dimana peran obat penurun panas?
Obat penurun panas, bekerja menghambat ensim Cox – sehingga pembentukan
prostaglandin terganggu-yang selanjutnya menyebabkan terganggunya peningkatan
suhu tubuh. Obat penurun panas samasekali tidak mengobati si penyebab demam itu sendiri.
Obat-obatan yang justru dapat meningkatkan suhu tubuh Anti-cancer,
Antibiotics (ampicillin, clox, tetra, lincomycin, Bactrim, Septrim, INH, Flagyl), Cimetidine, Primperan
Cara Mengatasi Demam
1.Minum banyak, karena demam dapat menimbulkan dehidrasi (baca “kerugian yg
dapat terjadi karena demam”).
2.Kompres anak dengan air hangat.
Kok bukan dengan air dingin? karena apabila diberi air dingin, otak kita akan menyangka bahwa suhu diluar tubuh dingin sehingga otak akan memerintahkan tubuh untuk menaikkan suhunya dengan cara menggigil sehingga memproduksi panas.
Akibatnya suhu tubuh anak bukannya turun, melainkan tambah panas. Sebaiknya kompres dilakukan ketika: anak merasa uncomfortable, suhu mencapai 40C, pernah kejang demam/keluarga dekat pernah menderita kejang demam atau anak muntah2 sehingga obat tidak bisa masuk. Cara melakukan kompres: taruh anak di bath tub mandi dengan air hangat (30-32C) atau usapkan air hangat disekujur tubuh anak. Kalau anak menolak, duduk di bath tub beri mainan & ajak bermain.
3.Beri obat penurun panas, acetaminophen atau paracetamol seperti tempra, panadol, atau paracetol, tylenol, sesuai dosis. Kapan obat penurun panas diberikan? Bila suhu di atas 38.5C, atau bila anak uncomfortable. Sebaiknya jangan berikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi (dibawah 38.5C).
Complication
Demam itu umumnya justru dibutuhkan sebagai salah satu bentuk perlawanan tubuh terhadap infeksi. Tetapi apakah ada sisi negatifnya? Kerugian yang bisa terjadi akibat demam:
1.Dehidrasi – karena pada saat demam, terjadi peningkatan pengeluaran cairan tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.
2.Kejang demam, tetapi kemungkinannya sangat kecil. Selain itu, kejang demam hanya mengenai bayi usia 6 bulan sampai anak usia 3 tahun. Terjadi pada
hari pertama demam, serangan pertama jarang sekali terjadi pada usia < 6 bulan atau > 3 tahun. Gejala: anak tidak sadar, kejang tampak sebagai gerakan2 seluruh tangan dan kaki yang terjadi dalam waktu sangat singkat. Umumnya TIDAK BERBAHAYA, tidak menyebabkan KERUSAKAN OTAK.
Principles in fever management
Apa yang terpenting dalam menghadapi anak demam?
-Mencari tahu apa penyebab panasnya.
-Dengan mengetahui permasalahan, maka kita dapat bertindak secara rasional.
Prinsip utama tata laksana demam (sesuai panduan Mayo Clinic USA) :
-Orang tua tidak perlu panik, umumnya demam tidak membahayakan jiwa. Hal utama yang perlu dilakukan adalah mengamati perilaku anak. Bila saat suhu agak rendah anak masih tetap aktif, masih riang, masih mau main, maka kita tidak perlu cemas.
-Jangan memberikan obat panas bila demam tidak tinggi
-Cegah kemungkinan terjadinya dehidrasi
-Mengetahui kapan harus cemas dan harus menghubungi dokter
Di lain pihak, setiap penyakit itu ada nature nya masing2, misalnya common cold – 3 – 10 hari – ya jangan minta 1-2 hari sembuh. Kita tidak bisa melawan alam.
American Academy of Pediatrics – membuat rekomendasi penanganan demam dengan
mencantumkan kondisi-kondisi dimana orang tua harus menghubungi dokternya:
-Bila bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh ³ 38C
-Bila bayi berusia 3 – 6 bulan dengan suhu tubuh ³ 38.3C
-Bayi dan anak berusia > 6 bulan, dengan suhu tubuh ³ 40C
Beberapa kondisi lainnya dimana anda perlu berkomunikasi dg dokter
-Tidak mau minum atau sudah mengalami dehidrasi
-Iritabel atau menangis terus menerus, tidak dapat ditenangkan
-Tidur terus menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
-Kejang
-Kaku kuduk leher,
-Sesak napas
-Gelisah, muntah, diare
-Sakit kepala hebat
Dengan demikian, pemeriksaan laboratorium pada hari pertama demam, umumnya tidak diperlukan kecuali pada kondisi seperti yang dikemukakan di atas.
Sponging to ease fever
Kompres untuk meredakan demam

Tidak jarang orang tua terperangah bila saya tidak memberikan obat dan
menyatakan – cukup kompres saja.
Kompres hangat akan menurunkan suhu anak dalam waktu 30 – 45 menit.
Kapan kita mengompres anak demam?
1. Uncomfortable
2. Suhu (40C)
3. Pernah kejang demam atau keluarga dekat pernah menderita kejang demam
4. Muntah-muntah sehingga obat tidak bisa masuk

mengatasi demam

Tingginya temperatur tidak selalu merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Meski suhu 98,6 derajat Farenheit dianggap normal, banyak orang yang tetap sehat meski tingkat sushu badannya di atas suhu rata-rata. Meskipun begitu, pada umumnya siapa saja yang memiliki sushu mulut lebih dari 99 derajat F mungkin menderita demam,


Namun, temperatur badan selalu berfluktuasi atau naik-turun, suhu ini biasanya mencapai titik terendah di kala pagi dan tertinggi di siang hari atau sore. Tipe termometer yang Anda gunakan untuk mengukur suhu badan juga membuat perbedaan. Termometer rectal biasanya jauh lebih akurat dan membaca lebih tinggi disbanding termometer oral.


Mengambil temperatur badan di mulut setelah Anda minum panas seperti kopi, sup atau the bias menyesatkan nkarena Anda cenderung berpikir terkena demam disbanding dalam keadaan normal (tidak minum terlebih dahulu). Factor-faktor lain yang biasanya berpengaruh pada suhu badan Anda diantaranya :


ü       Memakai terlalu banyak pakaian (jika nAnda berlebihan dalam berpakaian untuk menaikkan suhu badan)
ü       Olah raga
ü       Iklim panas atau lembab
ü       Hormon (tingginya tingkat progesterone bias meningkatkan suhu, sehingga tubuh wanita bagian bawah suhunya meningkat mengikuti ovulasi)


Jia Anda sudah menyingkirkan factor-faktor yang diduga menyesatkan diagnosis dan suhu AndaAnda berkisar 99 derajat F, sudah dapat dipastikan Anda terserang demam.


Hubungi dokter jika demam :
ü       Menyerang anak-anak yang umurnya di bawah 6 bulan.
ü       Pada kasus anak kecil, bila suhunya melebihi 101 derajat F secara oral atau a02 derajat F secara rectal dan angka ini tidak mau turun dalam waktu 48 jam setelah dilakukan usaha-usaha mengurangi demam.
ü       Berlangsung empat sampai lima hari (khusus pada kasus orang dewasa)
ü       Dobarengi dengan gejala-gejala lainnya, seperti leher kaku, tenggorokan sakit terus menerus, diare, batuk, muntah, lesu atau sakit telinga.


Biasanya deman yang kurang dari 104 derajat F tidak berbahaya dan tidaj memerlukan perawatan khusus. Tapi jika demam membuat Anda tidak nyaman atau tetap tinggi lebih dari 104 derajat F untuk jangka waktu yang lama, Anda harus berhati-hati. Untuk menurunkan demam :


ü       Minumlah jus buah-buahan, air dan cairan-cairan pelengkap lainnya
ü       Mandi dan basuhlah tubuh dengan busa dengan suhu air hangat-hangat kuku (kira-kira 70 derajat F).
ü       Jangan membungkus diri dengan berlapis-lapis selimut atau pakaian tebal
ü       Hindari olah raga yang berlebihan

tanda - tanda tubuh terinfeksi virus HPV

Infeksi virus HPV biasanya tidak menimbulkan gejala dan tanda. Daerah yang terinfeksi dari tubuh Anda tetap benar-benar normal (yang disebut infeksi laten atau tidak aktif). Anda mungkin tidak pernah tahu tentang itu, tapi Anda dapat memberikan infeksi kepada orang lain. Kekebalan tubuh Anda biasanya dapat menghilangkan atau membersihkan infeksi HPV dengan sendirinya.

Tanda lainnya benjolan, yang disebut penyakit kutil kelamin, dapat dilihat pada area genital Anda. Jenis penyakit kelamin ini hampir tidak pernah menyebabkan kanker.
Infeksi HPV pada umumnya banyak diderita perempuan usia muda yang diketahui dengan pemeriksaan pap smear, tetapi tubuh Anda akan membersihkan HPV dan tes Pap akan menjadi normal kembali dalam kurun waktu 2 tahun. Namun, kadang-kadang infeksi HPV tetap ada di leher rahim Anda dan bila yang menginfeksi adalah HPV onkogenik yang dapat mengakibatkan kanker serviks. Inilah sebabnya mengapa dokter ingin melakukan pemeriksaan tindak lanjut jika Anda memiliki hasil tes Pap yang abnormal.

peran ayah terhadap bayi

Berikut merupakan beberapa peran yang bisa dilakukan ayah selain untuk mendekatkan diri dengan bayi, tetapi juga berinteraksi dengan bayi.
- Sebisa mungkin selalu berada disamping istri dan menjadi orang pertama yang memberi dorongan ketika istri sedang dalam proses persalinan maupun pascapersalinan. Selama proses kehamilan, persalinan dan pascapersalinan, ibu seringkali merasa emosinya tidak stabil. Oleh karenanya dibutuhkan dukungan penuh dari suami.
- Melibatkan diri dalam perawatan si kecil.
Ikutlah ambit bagian dalam merawat si kecil. Apalagi saat ibu harus beristirahat. Membantu menggantikan popok, menggendong, dan menenangkannya saat rewel akan sangat membuat ibu merasa terbantu dan didukung.

- Membangun kedekatan dengan sang buah hati sejak awal.
Ibu bisa mendekatkan hubungan batin antara ayah dengan bayinya sejak janin masih dalam kandungan. Semakin awal mendekatkan hubungan batin dengan bayi, semakin cepat kontak batin terjalin. Saat si kecil lahir segera lakukan kontak fisik.
- Memberi dukungan pada istri jika ia berniat memberikan ASI eksklusif pada bayi.
ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi. ASI mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi. Oleh karenanya, dukunglah istri sepenuhnya saat istri ingin memberikan ASI ekslusif. Dukungan dari pasangan akan sangat membantu menguatkan tekad untuk menyusui.

cara aman mengetahui bunyi di stetoskop

cara aman mengetahui bunyi di stetoskop


Ada dua jenis stetoskop yakni elektronik dan akustik. Stetoskop elektronik lebih modern, menggunakan energi listrik (baterai) untuk memperkuat gelombang suara. Adapun pada stetoskop akustik, suara diperkeras ’’secara alami’’dalam tabung kecil mirip kabel yang terbuat dari plastik.
Bagian ujung stetoskop berupa membran yang akan bervibrasi jika terkena gelombang suara. Adapun kedua ujungnya disalurkan ke dalam telinga. Tentu kamu bertanya, musik seperti apa yang terdengar dari stetoskop?
Jantung
Jantung berfungsi memompa darah, terletak di dada sebelah kiri, di antara tulang rusuk keempat dan enam. Jantung yang normal mengeluarkan irama musik ritmis, bunyinya lub-dub. Suara itu merupakan tanda jantung tengah berkonstraksi. Bunyi gaduh juga terdengar saat katup jantung melakuan gerak menutup.
Kadangkala, terdengar bunyi ’’whoosh’’ setelah suara ’’lub-dub’’. Gejala tersebut disebut ’’murmur’’.
Diakibatkan suara aliran darah masuk ke jantung. Penyebabnya, katup tak menutup sempurna atau dengan kata lain jantung mengalami kelainan.
Paru-Paru dan Saluran Udara
Agar suara paru-paru terdengar jelas, biasanya pasien diminta menarik napas panjang secara pelan. Paru-paru mengeluarkan suara ritmis. Jika ada suara aneh seperti denting atau ciutan, pertanda paru-paru retak atau kemasukan cairan.
Dokter biasanya mengetuk-ngetuk dada pasien menggunakan jari. Terdengarlah gema, akibat pantulan udara dari paru-paru. Cobalah kamu pukul jerigen kosong, suaranya blung-blung.
Jika auaranya ‘mati’ atau tak ada gema, berarti paru-paru mengalami pengerasan karena sakit. Mirip jerigen berisi air, kalau dipukul bersuara blek-blek.
Perut
Pada perut bagian atas terdapat lambung. Organ ini berfungsi ”mengunyah” makanan. Suara-suara ritmis juga terdengar dari organ ini. Ketuklah perut bagian kanan atas, mestinya terdengar suara ’mati’ alias tanpa gema. Di sinilah terletak hati (liver). Turun ke bagian bawah, terdapat usus yang juga mengeluarkan suara ritmis.
Itulah orkestra musik yang dimainkan organ tubuh. Jika tubuh kita sehat, iramanya mengalun merdu dalam stetoskop. Namun jika tubuh kita sakit, suaranya terdengar cempreng dan tak nyaman didengar.

pemeriksaan bayi

Pemeriksaan fisik pada bayi
Merupakan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh bidan, perawat, atau dokter untuk menilai status kesehatan yang dilakukan pada saat bayi baru lahir, 24 jam setelah lahir, dan pada waktu pulang dari rumah sakit. Dalam melakukan pemeriksaan ini sebaiknya bayi dalam keadaan telanjang di bawah lampu terang, sehingga bayi tidak mudah kehilangan panas. Tujuan pemeriksaan fisik secara umum pada bayi adalah menilai status adaptasi atau penyesuaian kehidupan intrauteri ke dalam kehidupan ekstrauteri serta mencari kelainan pada bayi. Adapun petneriksaan fisik yang dapat dilakukan pada bayi antara lain sebagai berikut:
Hitung Frekuensi Napas
Pemeriksaan frekuensi napas ini dilakukan dengan menghitung rata-rata pernapasan dalam satu menit. Pemeriksaan ini dikatakan normal pada bayi baru lahir apabila frekuensinya antara 30-60 kali per menit, tanpa adanya retraksi dada dan suara merintih saat ekspirasi, tetapi apabila bayi dalam keadaan lahir kurang dari 2.500 gram atau usia kehamilan kurang dari 37 minggu, kemungkinan terdapat adanya retraksi dada ringan. Jika pernapasan berhenti beberapa detik secara periodik, maka masih dikatakan dalam batas normal.

Lakukan Inspeksi pada Warna Bayi
Pemeriksaan ini berfungsi untuk inengetahui apakah ada warna pucat, ikterus, sianosis sentral, atau tanda lainnya. Bayi dalam keadaan aterm umumnya lebih pucat dibandingkan bayi dalam keadaan preterm, mengingat kondisi kulitnya lebih tebal.
Hitung Denyut Jantung Bayi dengan Menggunakan Stetoskop
Pemeriksaan denyut jantung untuk menilai apakah bayi mengalami gangguan vang menyebabkan jantung dalam keadaan tidak normal, seperti suhu tubuh yang tidak normal, perdarahan, atau gangguan napas. Pemeriksaan denyut jantung ini dikatakan normal apabila frekuensinya antara 100-160 kali per menit, dalam keadaan normal apabila di atas 60 kali per menit dalam jangka waktu yang relatif pendek, beberapa kali per hari, dan terjadi selama beberapa hari pertama jika bayi mengalami distres.
Ukur Suhu Aksila
Lakukan pemeriksaan suhu melalui aksila untuk menentukan apakah bayi dalam keadaan hipo atau hipertermi. Dalam kondisi normal suhu bayi antara 36,5-37,5 derajat celcius.
Kaji Postur dan Gerakan
Pemeriksaan ini untuk menilai ada atau tidaknya epistotonus/hiperekstensi tubuh yang berlebihan dengan kepala dan tumit ke belakang, tubuh melengkung ke depan, adanya kejang/ spasme, serta tremor. Pemeriksaan postur dalam keadaan normal apabila dalam keadaan istirahat kepalan tangan longgar dengan lengan panggul dan lutut semi fleksi. Selanjutnya pada bayi berat kurang dari 2.500 gram atau usia kehamilan kurang dari 37 minggu ekstremitasnya dalam keadaan sedikit ekstensi. Apabila bayi letak sungsang, di dalam kandungan bayi akan mengalami fleksi penuh pada sendi panggul atau lutut/sendi lutut ekstensi penuh, sehingga kaki bisa mencapai mulut. Selanjutnya gerakan ekstremitas bayi harusnya terjadi secara spontan dan simetris disertai dengan gerakan sendi penuh dan pada bayi normal dapat sedikit gemetar.
Periksa Tonus atau Kesadaran Bayi
Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat adanya letargi, yaitu penurunan kesadaran di mana bayi dapat bangun lagi dengan sedikit kesulitan, ada tidaknya tones otot yang lemah, mudah terangsang, mengantuk, aktivitas berkurang, dan sadar (tidur yang dalam tidak merespons terhadap rangsangan). Pemeriksaan ini dalam keadaan normal dengan tingkat kesadaran mulai dari diam hingga sadar penuh serta bayi dapat dibangunkan jika sedang tidur atau dalam keadaan diam.
Pemeriksaan Ekstremitas
Pemeriksaan ini berfungsi untuk menilai ada tidaknya gerakan ekstremitas abnormal, asimetris, posisi dan gerakan yang abnormal (menghadap ke dalam atau ke luar garis tangan), serta menilai kondisi jari kaki, yaitu jumlahnya berlebih atau saling melekat.
Pemeriksaan Kulit
Pemeriksaan ini berfungsi untuk melihat ada atau tidaknya kemerahan pada kulit atau pembengkakan, postula (kulit melepult), luka atau trauma, bercak atau tanda abnormal pada kulit, elastisitas kulit, serta ada tidaknya main popok (bercak merah terang dikulit daerah popok pada bokong). Pemeriksaan ini normal apabila tanda seperti eritema toksikum(titik merah dan pusat putih kecil pada muka, tubuh, dan punggung) pada hari kedua atau selanjutnya, kulit tubuh yang terkelupas pada hari pertama.
Pemeriksaan Tali Pusat
Pemeriksaan ini unluk melihat apakah ada kemerahan, bengkak, bernanah, berbau, atau lainnya pada tali pusat. Pemeriksaan ini normal apabila warna tali pusat putih kebiruan pada hari pertama dan mulai mengering atau mengecil dan lepas pada hari ke-7 hingga ke-10.
Pemeriksaan Kepala dan Leher
Pemeriksaan bagian kepala yang dapat diperiksa antara lain sebagai berikut:
1. Pemeriksaan rambut dengan menilai jumlah dan warna, adanya lanugo terutama pada daerah bahu dan punggung.
2. Pemeriksaan wajah dan tengkorak, dapat dilihat adanya maulage, yaitu tulang tengkorak yang saling menumpuk pada saat lahir untuk dilihat asimetris atau tidak. Ada tidaknya caput succedaneum (edema pada kulit kepala, lunak dan tidak berfluktuasi, batasnya tidak tegas, serta menyeberangi sutura dan akan hilang dalam beberapa hari). Adanya cephal hematom terjadi sesaat setelah lahir dan tidak tampak pada hari pertama karena tertutup oleh caput succedaneum, konsistensinya lunak, berfluktuasi, berbatas tegas pada tepi hilang tengkorak, tidak menyeberangi sutura,dan apabila menyeberangi sutura akan mengalami fraktur tulang tengkorak yang akan hilang sempurna dalam waktu 2-6 bulan. Adanya perdarahan yang terjadi karena pecahnya vena yang menghubungkan jaringan di luar sinus dalam tengkorak, batasnya tidak tegas, sehingga bentuk kepala tampak asimetris. Selanjutnya diraba untuk menilai adanya fluktuasi dan edema. Pemeriksaan selanjutnya adalah menilai fontanella dengan cara melakukan palpasi menggunakan jari tangan, kemudian fontanel posterior dapat dilihat proses penutupannya setelah usia 2 bulan, dan fontanel anterior menutup saat usia 12-18 bulan.
3. Pemeriksaan mata untuk menilai adanya strabismus atau tidak, yaitu koordinasi gerakan mata yang belum sem purna. Cara memeriksanya adalah dengan menggoyangkan kepala secara perlahan-lahan, sehingga mata bayi akan terbuka, kemudian baru diperiksa. Apabila ditemukan jarang berkedip atau sensitivitas terhadap cahaya berkurang, maka kemungkinan mengalami kebutaan. Apabila ditemukan adanya epicantus melebar, maka kemungkinan anak mengalami sindrom down. Pada glaukoma kongenital, dapat terlihat pembesaran dan terjadi kekeruhan pada kornea. Katarak kongenital dapat dideteksi apabila terlihat pupil yang berwarna putih. Apabila ada trauma pada mata maka dapat terjadi edema palpebra, perdarahan konjungtiva, retina, dan lain-lain.
4. Pemeriksaan telinga dapat dilakukan untuk menilai adanya gangguan pendengaran. Dilakukan dengan membunyikan bel atau suara jika terjadi refleks terkejut, apabila tidak terjadi refleks, maka kemungkinan akan terjadi gangguan pendengaran.
5. Pemeriksaan hidung dapat dilakukan dengan cara melihat pola pernapasan, apabila bayi bernapas melalui mulut, maka kemungkinan bayi mengalami obstruksi jalan napas karena adanya atresia koana bilateral atau fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring. Sedangkan pernapasan cuping hidung akan menujukkan gangguan pada paru, lubang hidung kadang-kadang banyak mukosa. Apabila sekret mukopurulen dan berdarah, perlu dipikirkan adanya penyakit sifilis kongenital dan kemungkinan lain.
6. Pemeriksaan mulut dapat dilakukan dengan melihat adanya kista yang ada pada mukosa mulut. Pemeriksaan lidah dapat dinilai melalui warna dan kemampuan refleks mengisap. Apabila ditemukan lidah yang menjulur keluar, dapat dilihat adanya kemungkinan kecacatan kongenital. Adanya bercak pada mukosa mulut, palatum, dan pipi bisanya disebut sebagai monilia albicans, gusi juga perlu diperiksa untuk menilai adanya pigmen pada gigi, apakah terjadi penumpukan pigmen yang tidak sempurna.
7. Pemeriksaan leher dapat dilakukan dengan melihat pergerakan, apabila terjadi keterbatasan dalam pergerakannya, maka kemungkinan terjadi kelainan pada tulang leher, misalnya kelainan tiroid, hemangioma, dan lain-lain.
Pemeriksaan Abdomen dan Punggung
Pemeriksaan pada abdomen ini meliputi pemeriksaan secara inspeksi untuk melihat bentuk dari abdomen, apabila didapatkan abdomen membuncit dapat diduga kemungkinan disebabkan hepatosplenomegali atau cairan di dalam rongga perut. Pada perabaan, hati biasanya teraba 2 sampai 3 cm di bawah arkus kosta kanan, limfa teraba 1 cm di bawah arkus kosta kiri. Pada palpasi ginjal dapat dilakukan dengan pengaturan posisi telentang dan tungkai bayi dilipat agar otot-otot dinding perut dalam keadaan relaksasi, batas bawah ginjal dapat diraba setinggi umbilikus di antara garis tengah dan tepi perut. Bagian-bagian ginjal dapat diraba sekitar 2-3 cm. Adanya pembesaran pada ginjal dapat disebabkan oleh neoplasma, kelainan bawaan, atau trombosis vena renalis. Untuk menilai daerah punggung atau tulang belakang, cara pemeriksaannya adalah dengan meletakkan bayi dalam posisi tengkurap. Raba sepanjang tulang belakang untuk mencari ada atau tidaknya kelainan seperti spina bifida atau mielomeningeal (defek tulang punggung, sehingga medula spinalis dan selaput otak menonjol).
Pengukuran Antropometri
Pada bayi baru lahir, perlu dilakukan pengukuran antropometri seperti berat badan, dimana berat badan yang normal adalah sekitar 2.500-3.500 gram, apabila ditemukan berat badan kurang Bari 2.500 gram, maka dapat dikatakan bayi memiliki berat badan lahir rendah (BBLR). Akan tetapi, apabila ditemukan bavi dengan berat badan lahir lebih dari 3.500 gram, maka bayi dimasukkan dalam kelompok makrosomia. Pengukuran antropometri lainnya adalah pengukuran panjang badan secara normal, panjang badan bayi baru lahir adalah 45-50 cm, pengukuran lingkar kepala normalnya adalah 33-35 cm, pengukuran lingkar dada normalnya adalah 30-33 cm. Apabila ditemukan diameter kepala lebih besar 3 cm dari lingkar dada, maka bayi mengalami hidrosefalus dan apabila diameter kepala lebih kecil 3 cm dari lingkar dada, maka bayi tersebut mengalami mikrosefalus.
Pemeriksaan Genitalia
Pemeriksaan genitalia ini untuk mengetahui keadaan labium minor yang tertutup oleh labia mayor, lubang uretra dan lubang vagina seharusnya terpisah, namun apabila ditemukan sstu lubang maka didapatkan terjadinya kelainan dan apabila ada sekret pada lubang vagina, hal tersebut karena pengaruh hormon. Pada bayi laki-laki sering didapatkan fimosis, secara normal panjang penis pada bayi adalah 3-4 cm dan 1-1,3 cm untuk lebaruya, kelainan yang terdapat pada bayi adalah adanya hipospadia yang merupakan defek di bagian ventral ujung penis atau defek sepanjang penisnya. Epispadia merupakan kelainan defek pada dorsinn penis.
Pemeriksaan Urine dan Tinja
Pemeriksaan urine dan tinja bermanfaat untuk menilai ada atau tidaknya diare serta kelainan pada daerah anus. Pemeriksaan ini normal apabila bayi mengeluarkan feses cair antara 6-8 kali per menit, dapat dicurigai apabila frekuensi meningkat serta adanya lendir atau darah. Adanya perdarahan per vaginam pada bayi baru lahir dapal terjadi selama beberapa hari pada minggu pertama kehidupan.
Referensi
Pengantar Ilmu Kesehatan Anak untuk Pendidikan Kebidanan Oleh A. Aziz Alimul

mengukur denyut nadi

Salah satu indikator kesehatan jantung adalah terjadinya peningkatan denyut nadi pada saat beristirahat. Waktu yang tepat untuk mengecek denyut nadi adalah saat kita bangun pagi dan sebelum  melakukan aktivitas apapun. Pada saat itu kita masih relaks dan tubuh masih terbebas dari zat-zat pengganggu seperti nikotin dan kafein. Kita  dapat mengecek sendiri dengan merasakan denyut nadi kita di bagian tubuh tertentu.
Cara mengukur denyut nadi :
Dengan menggunakan 2 jari yaitu telunjuk dan jari tengah, atau 3 jari, telunjuk, jari tengah dan jari manis jika kita kesulitan menggunakan 2 jari.
Temukan titik nadi  ( daerah yang denyutannya paling keras ), yaitu nadi karotis di cekungan bagian pinggir leher kira-kira 2 cm di kiri/kanan garis tengah leher ( kira-kira 2 cm disamping jakun pada laki-laki ), nadi radialis di pergelangan tangan di sisi ibu jari.
Mengukur Nadi
Mengukur Nadi
Setelah menemukan denyut nadi, tekan perlahan kemudian hitunglah jumlah denyutannya selama  15 detik, setelah itu kalikan 4,  ini merupakan denyut nadi dalam 1 menit.
Denyut nadi pada orang yang sedang beristirahat adalah
60 – 80 kali permenit untuk orang dewasa,
80 – 100 kali permenit untuk anak-anak,
100 – 140 kali  permenit pada bayi.
Bila Anda semakin bugar, denyut nadi Anda sewaktu istirahat akan makin menurun, kuat dan lebih teratur.
Namun denyut nadi bisa lebih cepat jika seseorang dalam keadaan ketakutan, habis berolah raga, atau demam. Umumnya denyut nadi akan meningkat sekitar 20 kali permenit untuk setiap satu derajat celcius penderita demam.
Sedangkan untuk mengetahui kekuatan denyut jantung maksimal yaitu dengan rumus:
Nadi Max = 80% x (220 – umur )
Misalkan anda sekarang berusia 40 tahun maka kekuatan maksimal jantung anda adalah 80 % X 180 = 144 kali/menit.
Yang perlu diperhatikan adalah, denyut nadi yang terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan dapat berarti gangguan pada jantung. Segeralah periksakan diri ke instansi kesehatan terdekat.

stetoskop

stetoskop berasal dari bahasa Yunani yaitu stéthos yang berarti dada dan skopé yang berarti  pemeriksaan. Stetoskop  adalah sebuah alat medis akustik yang berfungsi untuk auskultasi atau mendengarkan suara-suara internal tubuh, seperti suara jantung, paru, dan usus.
Sejarah  Stetoskop
Sebelum stetoskop ditemukan, para dokter memeriksa dada klienya dengan cara menempelkan telinganya secara langsung ke dada klien. Cara seperti ini tentu mengganggu klien. Selain itu, suara yang terdengar  juga kurang jelas karena hanya menggunakan salah satu telinga.
Stetoskop ditemukan di Perancis pada 1816 oleh René-Théophile-Hyacinthe Laennec. Waktu itu stetoskop  terdiri dari tabung kayu. Tahun 1851, Arthur Binaural Leared menciptakan stetoskop dari karet dan pada tahun 1852 George Cammann menyempurnakan desain stetoskop  dan mulai diproduksi untuk tujuan komersial.
Rappaport dan Sprague merancang stetoskop baru di tahun 1940-an, yang merupakan cikal bakal  standar  ukuran stetoskop masa kini, terdiri dari dua sisi, salah satunya adalah digunakan untuk sistem pernapasan, dan yang lainnya digunakan untuk sistem kardiovaskular.
Pada awal tahun 1960 Dr David Littmann, seorang profesor Harvard Medical School, menciptakan stetoskop baru yang lebih ringan dibandingkan  model-model sebelumnya hingga akhir tahun 1970 ditemukan sistem diafragma yang meningkatkan hasil pendengaran.
Jenis Stetoskop
Ada beberapa jenis stetoskop, antara lain :
Stetoskop Akustik
Stetoskop Akustik ini paling umum  bagi kebanyakan orang, terdiri dari diafragma, chestpiece, bel, pipa karet / plastik, earpiece. Di bagian chestpiece ini terdiri dari dua sisi yang dapat ditempatkan pada klien untuk mendengarkan suara, yaitu sebuah diafragma (bagian plastik bundar) dan  bel.
Bagian Stetoskop
Bagian Stetoskop
Jika diafragma atau bel diletakkan di klien, suara tubuh menggetarkan diafragma, menciptakan gelombang tekanan akustik yang berjalan ke atas pipa menuju telinga pendengar. Bel mentransmisikan suara frekuensi rendah, sedangkan diafragma mentransmisikan suara dengan frekuensi yang lebih tinggi.
Stetoskop Elektronik
Stetoskop elektronik memerlukan konversi gelombang suara akustik untuk sinyal-sinyal listrik.  Tidak seperti stetoskop akustik, yang semuanya didasarkan pada metoda fisika.
Stetoskop elektronik terdiri dari bagian membran biasa disebut chest piece, selang/tubing, mik kondensor, dan jack penghubung ke soundcard. Stetoskop biasa dipotong pada earpiece-nya kemudian dipasang mik kondensor sebagai transducer untuk mengubah suara menjadi getaran listrik. Selanjutnya dipasang jack yang sesuai dengan soundcard.
Stetoskop Elektronik
Stetoskop Elektronik
Stetoskop elektronik dapat digunakan dengan menggunakan teknologi melalui bluetooth. Kalau dilihat dari modelnya memang terlihat sama dengan stetoskop biasa. Dengan adanya bluetooth ini tentu akan memberikan kemudahan bagi pemeriksa untuk dapat menganalisa tanpa dibatasi jarak terlalu pendek dengan kliennya.
Tidak hanya itu saja, stetoskop canggih ini memiliki kemampuan untuk menolak suara berisik dari luar, selain itu Anda juga dapat merekam dan mendokumentasikan irama detak jantung klien.
Stetoskop Janin
Sebuah stetoskop janin atau fetoscope adalah stetoskop akustik berbentuk seperti terompet. Ia ditempatkan pada perut wanita hamil untuk mendengarkan bunyi jantung janin. Stetoskop janin juga dikenal sebagai Pinard’s stetoskop atau pinard.

Kamis, 08 Desember 2011

masalah kulit pada bayi

Bayi sering mengalami masalah kulit karena kelenjar minyaknya masih belum berkembang sempurna. Ini biasanya akan membaik di usia sekitar 3-4 bulanan, dan bisa sampai 6 bulan. Gangguan kulit pada bayi di Indonesia yang paling umum diantaranya ruam popok dan biang keringat. Mungkin karena faktor cuaca juga. Tapi selain dua ini masih ada lagi beberapa gangguan lain, seperti kerak kepala dan ruam susu.
1. Ruam Popok (Diaper Rash/Ammoniacal Dermatitis)
Ruam popok umumnya terjadi karena terlambat mengganti popok ketika bayi pup. Pup bayi bersifat lebih asam ketimbang pipisnya. Itu sebabnya ruam popok lebih sering terjadi pada bayi ketika frekuensi pup lebih sering ketimbang biasanya. Alergi terhadap satu merk diaper juga bisa jadi sebab. Ini juga dialami anak saya. Maksud hati ganti diaper yang kabarnya daya tampungnya paling kuat, eh ternyata malah jadinya ruam-ruam parah. Saya perhatikan diaper yang ada warna biru di pad-nya juga lebih gampang bikin ruam ketimbang yang putih. Ruam popok pada kondisi yang parah bisa menimbulkan semacam bintil kecil-kecil, melepuh dan pecah. Kalau sudah pecah, maka akan rentan infeksi.
Penanganan:
  • Rajin mengganti popok/diaper.
  • Memberikan krim bayi anti ruam popok, terutama yang mengandung zinc juga bisa membantu. Kandungan zinc dalam krim bayi memang ditujukan untuk menahan air supaya ngga langsung kena kulit. Zinc bersifat water barrier.
  • Bagian yang biasa tertutup diaper, diangin-anginkan sebentar sebelum dipakaikan diaper lagi. Jadi kulitnya sempat agak kering sebelum ketutup dan lembab lagi.
  • Bila kondisi tidak membaik, dokter mungkin akan memberikan krim anti jamur bila dicurigai penyebabnya jamur atau krim antibiotik bila penyebabnya bakteri.
Waktu itu si Dellynn alias D2 sudah pernah dapet garamycin dan elocon dari dokter. None works as expected. Akhirnya saya pake Zwitsal baby cream with zinc aja. Eh malah keliatan membaik walau sampai sembuh sama sekali membutuhkan waktu yang cukup lama. Gak papalah ketimbang dihajar antibiotik dan steroid banyak juga malah nggak membaik.
2. Biang Keringat (Heat Rash)
Biang keringat atau keringet buntet kalo orang Jawa bilang terjadi karena proses pengeluaran minyak/keringat pada bayi belum lancar. Jadi kalau kepanasan karena baju atau selimut yang terlalu tebal atau berlapis-lapis, beda dengan orang dewasa yang bisa berkeringat, bayi belum memiliki sistem untuk mengatur suhu tubuhnya. Akhirnya timbul bintik-bintik kecil kemerahan.
Bintik-bintik ini akan berangsur hilang saat tubuh mulai mendingin. Mandi dengan air suam-suam kuku juga bisa membantu.
Perlu diwaspadai, ketika bayi kepanasan resiko SIDS (sudden infant death syndrome) jadi meningkat.
Penanganan:
  • Mandi air hangat atau seka air suam-suam kuku pada daerah yang berbintik-bintik.
  • Jaga supaya bayi tidak kegerahan atau kepanasan. Baju tidak perlu berlapis-lapis, bahkan saat cuaca hujan. Cukup selapis dan lengan panjang saja. Tidak seperti yang dikhawatirkan, sebenarnya bayi cukup berpakaian biasa saja.
  • Minyak telon juga tidak perlu karena fungsinya lebih penting ketika sakit perut, kembung atau agak kolik. Minyak telon selain hangatnya, baunya juga bisa meredakan sakit perut. Tapi kalo sudah biasa pakai tiap hari, malah jadi kebal dan ngga bikin sakit perut membaik.
3. Kerak Kepala (Cradle Cap/Infantile Seborrhoeic Eczema)
Penyebab kerak kepala belum bisa dipastikan. Tapi ada beberapa yang berpendapat kalo salah satu sebabnya adalah sisa lemak bayi yang masi terbawa setelah lahir. Kerak kepala mirip dengan ketombe pada orang dewasa. Gangguan ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya saat bayi berusia sekitar 6 bulan.
Penanganan:
  • Jangan gunakan obat/sampo anti ketombe dewasa pada bayi.
  • Gunakan sampo bayi, mineral oil, atau baby oil sambil dipijat. Kulit kering akan terlepas sendiri saat digosok lembut.
  • Bila kedua cara tersebut tidak berhasil, mungkin dapat dikonsultasikan ke dokter.
4. Jerawat Bayi
Jerawat bayi umumnya timbul saat bayi berusia 3 atau 4 minggu. Biasanya timbul di pipi, dagu, atau dahi bayi berupa bintik-bintik merah. Penyebabnya adalah sisa hormon yang masi terbawa bayi dari rahim. Gangguan ini biasanya menghilang sendiri setelah bayi berusia lebih dari 3 bulan.
Penanganan:
  • Sering membersihkan muka bayi dengan air hangat.
  • Keringkan dengan seksama.
  • Jangan memencet atau men-scrub jerawat karena akan menimbulkan iritasi yang lebih parah atau bahkan infeksi.
5. Kulit Kering
Kadang bayi mengalami kulit kering atau bersisik. Ini biasanya terjadi di daerah punggung atau lengan, daerah yang biasa berkeringat. Gangguan ini juga tidak berbahaya dan nantinya menghilang dengan sendirinya saat bayi berusia 4-6 bulan.
Penanganan:
  • Rajin mengelap kulit yang berkeringat dengan kain/handuk kering. Jangan menunggu keringat kering sendiri.
  • Pada bagian yang bersisik, oleskan baby lotion.
  • Saat memandikan, gosok lembut kulit yang kering. Biasanya sebagian akan luruh bersama sabun dan air.
6. Eksim (Eczema/Dermatitis Atopic)
Dermatitis atopik (DA) cirinya berwarna merah, bersisik, kering, dan gatal. Umumnya yang terkena adalah bagian-bagian lipatan kulit seperti lekukan lengan ato belakang lutut. Namun bisa juga timbul di muka sekitar mulut dan pipi. Gangguan ini hilang timbul, dan bisa diperparah cuaca dingin atau kering.
Banyak anggapan bahwa kondisi ini disebabkan oleh air susu ibu yang terkena kulit sensitif bayi sehingga menimbulkan iritasi, namun anggapan ini tidak benar. Pada bayi ASI, iritasi tersebut bisa timbul karena bayi alergi terhadap makanan yang dikonsumsi ibunya
Penyebab dermatitis atopik belum diketahui secara jelas. Namun gangguan ini cenderung menurun, sehingga diperkirakan berkaitan dengan alergi. Pada kebanyakan anak, makin besar makin berkurang/jarang keluhan ini. Tapi bagi sebagian orang akan tetap terbawa sampai dewasa.
Penanganan:
  • Hindari pemicu, misalnya dengan rajin membersihkan debu dan tungau.
  • Pada keluhan yang ringan bisa diredakan dengan pelembab kulit, sabun lembut, dan melembabkan udara (dengan menguapi kamar misalnya).
  • Pada keluhan yang berat akan diresepkan krim kortikosteriod dan obat anti gatal.
Sumber:
http://www.ivillage.co.uk/pregnancyandbaby/experts/famgp/articles/0,,30_180599,00.html
http://www.merck.com/mmhe/sec23/ch267/ch267g.html
http://www.associatedcontent.com/article/6290/common_baby_skin_conditions.html?cat=25
Image Source:
mayoclinic.com, skinsight.com, personal documentation (biang keringat)

penyakit langganan pada bayi

PENYAKIT langganan! Loh, penyakit kok langganan? Ya, karena rupanya ada beberapa penyakit yang memang kerap menyerang bayi usia 0 - 1 tahun, usia dimana daya tahan tubuhnya belum sempurna benar.

Simak yuk tip melindungi bayi mungil Anda dari serangan penyakit-penyakit ‘langganan’.

1. Batuk Pilek


Penyebabnya bisa karena infeksi atau alergi. Frekuensi batuk pilek umumnya akan menurun seiring bertambahnya usia dan semakin bagus sistem pertahanan tubuhnya, berkaitan dengan kualitas gizi yang baik. Batuk-pilek sendiri merupakan gejala di saluran napas (respiratorik), terutama saluran napas bagian atas.

  • Batuk pilek karena infeksi
Penyebab terbesar karena virus akan tetapi dapat juga karena kuman, atau mikroba. Biasanya ditandai dengan demam, rewel, dan tubuh linu-linu (sayangnya bayi tidak dapat mengungkapkan hal ini). Dalam rentang waktu 2 - 3 hari akan sembuh jika bayi diberi asupan gizi dan istirahat yang cukup. Dengan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil, batuk pilek dapat sembuh dengan sendirinya.
  • Batuk pilek karena alergi
Jika si kecil mengalami batuk pilek yang berkepanjangan - lebih dari 3 hari belum sembuh juga - terdapat kemungkinan batuk pileknya karena alergi. Penyebabnya, reaksi yang berlebihan pada saluran napas (hidung/tenggorokan) terhadap suatu pencetus. Faktor pencetus alergi bisa dari debu, asap, bulu binatang, makanan/minuman. Ciri khas batuk-pilek alergi ditandai dengan batuk timbul berulang dalam rentang waktu yang pendek. Waktu penyembuhannya bisa lebih dari dua minggu. Untuk mengobati, sedapat mungkin hindarkan si kecil dari pencetusnya.
  • Bedakan warna ingus dan dahak
Jika warnanya bening, menunjukkan penyakit mulai memapar. Jika berubah keruh kekuningan itu artinya telah terjadi perlawanan antara antibodi dan penyakit. Batuk pilek akan menunjukkan kesembuhannya jika ingus dan dahaknya mulai berubah hijau. Itu artinya bakteri, mikroba, atau virusnya telah mati.

2. Diare

Sesungguhnya batas normal si kecil kecil buang air besar sangatlah bervariasi.  Ada anak yang BAB beberapa kali dalam sehari bahkan bayi kerap BAB satu jam sekali. Yang terpenting dan perlu diperhatikan adalah konsistensi fesesnya.

Diare ada yang disebabkan oleh virus (rotavirus), bakteri ecoli, atau karena alergi susu sapi. Diare akibat infeksi merupakan bagian dari reaksi alamiah tubuh terhadap masuknya kuman, lalu membantu mengeluarkannya dari pencernaan (usus). Diare karena infeksi ini sembuh lebih lama tetapi jika tidak sembuh juga bisa jadi karena kemungkinan adanya kelainan atau ketidakmampuannya bertoleransi terhadap produk susu tertentu. Jika ia mengalami diare sesudah makan harus diperiksakan ke dokter untuk mengetahui apakah absorbsi (penyerapan) makanannya mengalami gangguan.

Atasi Diare
Jika diare tidak segera mendapat penanganan tepat, akibatnya akan kehilangan cairan tubuh sehingga dapat mengalami dehidrasi. Cobalah untuk memberi minum sebanyak mungkin dan berikan cairan oralit (campuran garam dan gula) dari apotik. Jangan pernah mencoba untuk mencampur  garam dan gula dengan air sendiri di rumah karena perbandingannya harus tepat dan ketidakseimbangan pencampuran bisa membahayakan.

Lamanya pengobatan diare tergantung dari penyebabnya. Jika penyebabnya tidak terlalu serius, tunggu saja sampai berangsur membaik serta menghindari makanan yang mungkin dapat memperburuk keadaan.

3. Sembelit

Bayi dikatakan mengalami sembelit atau konstipasi (kesulitan buang air besar) bila fesesnya keras, sangat sulit dikeluarkan dan menimbulkan rasa sakit. Konstipasi tidak berhubungan dengan berapa kali bayi BAB dalam sehari. Jika bayi BAB setiap dua hari sekali tapi fesesnya masih lunak, ini bukanlah konstipasi.

Normal atau tidaknya BAB tergantung pada usia karena bayi di bawah empat bulan lebih sering BAB, namun dengan semakin bertambahnya usia maka polanya akan semakin mirip orang dewasa. Salah satu penyebab sembelit pada bayi umumnya karena perubahan pola konsumsi dimana bayi mulai mengonsumsi makanan pada pertamanya.

Kekurangan pemberian cairan dan serat alami dapat menyebabkan kesulitan BAB. Perubahan konsumsi ASI ke susu formula juga dapat menyebabkan sembelit. Jika bayi Anda sembeli, cari tahu penyebab utamanya.

Beri Asupan Berserat

Jika telah terjadi pengerasan feses pada bayi, segera upayakan memberinya asupan berserat seperti sari buah atau jus encer serta tambahan sayur mayur dalam makanannya, misalnya nasi tim yang dicampur dengan bayam. Biasakan supaya anak menyukai sayur dan buah yang kaya serat alami sejak bayi agar kelak masalah konstipasi ini tidak menjadi kronik.

4. Muntah

Hal ini umum terjadi pada anak dan penyebabnya bermacam-macam. Yang terpenting untuk diketahui adalah seberapa berat muntah tersebut berdampak pada anak. Muntah pada bayi dapat disebabkan karena cara menyuapi yang salah. Misalkan saja perut bayi sudah penuh tetapi masih terus disuapi makanan.

Muntah dengan nyeri kepala pada anak yang menderita panas atau keadaan umumnya tidak sehat, kemungkinan juga disebabkan oleh infeksi seperti flu atau sakit tenggorokan.

Muntah dengan nyeri perut karena gastroenteritis yang menyebabkan nyeri kejang yang timbul hilang. Muntah yang berulang dapat menimbulkan nyeri karena menyebabkan tegangan pada otot perut bagian atas. Kecemasan atau penjalaran penyakit tertentu juga kadang-kadang memicu muntah pada anak-anak yang sensitif.

Gastroenteritis sendiri merupakan penyakit lambung, dan infeksi yang memengaruhi lambung serta usus bagian atas yang mengakibatkan muntah. Atau infeksi pada usus bagian bawah yang dapat menimbulkan diare dan nyeri kejang atau kombinasi keduanya. Muntah yang parah terjadi secara tiba-tiba dan dalam satu jam anak muntah sampai beberapa kali, biasanya suhu tubuh anak juga panas.

Di saat bersamaan biasanya anggota keluarga yang lain terutama anak-anak juga bisa terkena. Penyebabnya karena infeksi virus, kadang juga karena bakteri dari makanan yang beracun. Umumnya muntah pada gastroenteritis akan membaik dalam 24 - 48 jam meski bisa saja kejang perut terjadi dalam beberapa hari.

Penanganannya dengan menjaga anak agar tetap merasa nyaman dan minum sebanyak-banyaknya guna menghindari risiko dehidrasi karena dehidrasi itu sendiri adalah bahaya terbesar yang diakibatkan karena muntah.

5. Infeksi Telinga
Di samping pilek, infeksi telinga (otitis media akut) adalah penyakit masa kanak-kanak yang paling sering didiagnosis di Amerika Serikat. 3 dari 4 anak-anak setidaknya mengalami satu kali infeksi telinga pada saat mereka mencapai usia 3 tahun.
Telinga terdiri dari tiga bagian yakni telinga luar, telinga tengah, dan telinga bagian dalam.

Agar berfungsi dengan baik, telinga tengah harus pada tekanan yang sama dengan lingkungan di sekitarnya. Di sinilah tabung estachius berperan, sebuah bagian kecil yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan di belakang hidung.

Dengan membiarkan udara mencapai telinga tengah, tabung estachius menyetarakan tekanan udara di telinga tengah dengan tekanan udara luar. Ketika menguap atau menelan, tuba estachius menyesuaikan tekanan udara di telinga tengah dan juga berperan sebagai saluran lendir dari telinga tengah ke dalam tenggorokan.

Kadang-kadang, tabung estachius ini mengalami gangguan karena misalnya ketika seseorang mengalami pilek atau alergi, tabung estachius juga ikut terpengaruh oleh lendir yang tersumbat. Bakteri atau virus yang masuk ke telinga tengah melalui tabung estachius pun juga dapat terjebak di sini. Kuman yang terperangkap dalam cairan ini kemudian berkembang biak dan menyebabkan infeksi telinga.

Infeksi yang tidak diobati dapat merembet dari telinga tengah ke bagian dekat kepala termasuk otak. Meskipun kehilangan pendengaran yang disebabkan oleh otitis media biasanya bersifat sementara, namun otitis media yang dibiarkan tanpa diobati dapat menyebabkan gangguan pendengaran secara permanen.

Beri Antibiotik

OMA (Otitis Media Akut) umumnya adalah penyakit yang akan sembuh dengan sendirinya. Sekitar 80 persen OMA sembuh dalam 3 hari tanpa antibiotik. Penggunaan antibiotik tidak mengurangi komplikasi yang dapat terjadi, termasuk berkurangnya pendengaran.

Observasi dapat dilakukan pada sebagian besar kasus. Jika gejala tidak membaik dalam 48-72 jam atau ada perburukan gejala, antibiotik diberikan.


sumber : okezone 8-8-2010